ini ceritaku…abaikan kata2 “EF”….qiqiqiqiiii.
hayuuuk…okey, ntar kita atur jadwal…
-Pas mau semester baru:
-Setelah Minggu pertama:
-Setelah Minggu kedua:
-Sebelum UTS:
-Selama UTS:
-Setelah UTS:
-Sebelum UAS:
-Pas liat jadwal UAS:
#nostalgila masa muda…wkwkwkwkk
Mengapa kita tidak memperlambat semuanya sedikiiit saja dan coba untuk menikmati hidup?. Kerja - istirahat - kerja - pulang - tidur. Makan - Kerja - Makan - Tidur. Ini yang kalian sebut hidup ???. Seandainya kau tahu bagaimana rasanya matahari pagi perlahan merayapi ujung kakimu, perlahan dan pasti merangkak menyusur kulit2 kusut, lipatan2 perut, janggut yang sembrawut hingga akhirnya sampai ke kelopak matamu yang masih terpejam. Perlahan kelopak mata tampak memerah, dan kau terbangun disambut kecupan hangat matahari dipelupuk mata. Kau tersenyum, berkah pagi kau raih. Ambil segelas air, duduk, minumlah, nikmati setiap tetes air murni mengalir membasahi kerongkongan, menyejukkan paru2. Satu pesan ku, jangan sekalipun kau lirik jam dinding, tak perlu, ini hari tanpa jam sedunia…kita harus memperingati hari besar ini setiap hari.
Stop!!! Jangan tergesa…lupakan kalau ini sudah pukul 7:25, lupakan kalau 5 menit lagi sudah harus sampai dikantor, lupakan 5 menit lagi kita terkungkung rutinitas, toh dengan mengingatnya tak merubah apa2…sudahlah. Tak usah berusaha melawan waktu, waktu milik kita sekarang, nikmati…resapi.
Pakailah sepatu sambil bersiul. eittsss…jangan kau lirik jam tangan mu…tak perlu…hari ini, jam tangan itu hanya hiasan tangan, seperti gelang yang dipakai wanita2 itu, tak perlu selalu lihat, cukup kau rasa dia terpasang indah di pergelangan tanganmu, meninggikan percaya dirimu…teruslah bersiul. Pastikan bagian belakang celanamu tak terselip dalam kaos kaki. Oke, bangkit dan berdiri di depan pintumu, pastikan id card sudah tergantung rapi di leher.
Kau muslim??? bacalah surat pembuka…al-fatihah…niatkan dalam hati bahwa hari ini, kita berangkat menuju jihad, ibadah. Niat untuk menafkahi diri, itu kewajiban kita bukan???, sertakan niat untuk membatu ibu-bapak di kampung. Tambahkan niat untuk mengeluarkan sebagiah hasil kita sebagai hak mereka yang membutuhkan. Mohonlah rizki yang halal, banyak dan berkah dunia terlebih akhirat. Amin…mulailah dengan kaki kanan.
Kau lihat engkong di sana asik baca koran??? hampiri…tanyakan kabarnya, kau pasti tak tahu kalau sudah 2 hari ini kesehatannya memburuk. Nenek biasanya di dalam asik melipat kantong, rutinitas paginya. Sapalah…sekedar pamit. Naahh, itu bilqis lagi asik dengan sepeda barunya, hampiri, kecup keningnya, lihat senyum manisnya, sungguh dengan melihat senyum anak kecil akan membuat kita awet muda. Tersenyumlah, senyumi setiap papasan, senyumi hangat matahari pagi, senyumi suara klakson mobil yang tergesa, senyumi mereka yang sedang asik sarapan bubur, senyumi kicauan burung, senyumi pak satpam, senyumi pagi ini. Nikmati…resapi setiap langkah…hanya 300 langkah ini.
Naahh, sekarang kau lihat jam dinding besar di loby kantor itu? jam berapa ? Hmmm…7:58. Tersenyumlah…karena pagi ini berbeda, kita berhasil menikmatinya…mari kita rayakan dengan segelas kopi hangat. Besok jangan telat bangun lagi yaaa….okey….sip sip sipppp.
sudah tau erepublik gimana? mau daftar ga tau caranya?
berikut adalah panduannya:
go to www.erepublik.com atau http://www.erepublik.com/en/referrer/yodhi+saputra
lalu….
isi dahulu yang ada di sini sesuai keinginan anda
masih sama seperti tadi, isi form kosong dengan benar, sesuai dengan data yang anda miliki
captcha, isi dengan benar, kalo salah ya ulang….
setelah mengikuti rangkaian di atas, segera check email yang anda isi sebelumnya
berikut adalah contoh tampilan yang akan di kirim ke email anda
dengan mengklik get my password stamped, anda sudah menjadi salah satu warga erepublik, dan di tempatkan di negara dimana anda minta sebelumnya
note, usahakan jangan memakai ymail, karena email ke ymail lama masuknya, dan bila tidak ada email konfirmasi dari erepublik, harap check spam folder
regards
Malam2 kelaparan jadi ingat waktu kecil sering main pesawat2an sama ibu klo lagi susah makan.
Mama: “ngeenngg…ngeeengg…pesawat siap mendaraat” menirukan bunyi pesawat sambil mengarahkan sesendok penuh nasi+sayur+ikat ke arah mulutku.